Gelatin Tulang Ikan
GELATIN TULANG
IKAN
Firmansyah, S.Pi*
(* Penyuluh
Perikanan Ahli Muda Dinas Perikanan Kab. Kolaka)
Abstrak
Gelatin
adalah produk alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin merupakan produk protein yang berasal
dari kolagen yang banyak ditemukan pada kulit, tulang dan beberapa bagian tubuh
lainnya. Gelatin banyak digunakan
sebagai bahan pembuat gel pada berbagai produk pangan dan medis.
Proses
pembuatan gelatin secara umum adalah : kulit atau tulang ikan yang banyak
mengandung kolagen direndam dalam larutan asam atau basa kemudian diekstraksi
dengan panas.
Gelatin
kering dengan kadar air 8 – 12 % mengandung protein sekitar 84 – 86 %, lemak
hampir tidak ada dan mineral 2 – 4 %. Dari
10 jenis asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh, gelatin mengandung 9 jenis
asam amino essensial.
PENDAHULUAN
Indonesia
sudah sejak lama dikenal dengan julukan negara Maritim. Hal ini tentu didukung dengan luasnya wilayah
lautan negara kita. Luas laut Indonesia
mencapai 3,25 juta km2 dan 2,55 juta km2 adalah Zona
Ekonomi Eksklusif (ZEE). Sebagai negara maritim tentunya tidak akan
lepas dari pemanfaatan lautnya sebagai sumber penghasil protein hewani dari
sumberdaya perikanannya. Sumberdaya
kelautan dan perikanan Indonesia memang menjadi salah satu andalan penghasil
devisa bagi negara. Berdasarkan data
yang dirilis ITC Trademap, nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2020
mencapai USD 5,2 miliar atau tumbuh positif 5,7 % dibandingkan tahun 2019. Tujuan utama ekspor hasil perikanan dunia
yaitu Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok.
Potensi
kelautan dan perikanan di Kabupaten Kolaka juga cukup besar. Berdasarkan data statistik perikanan Dinas
Perikanan Kabupaten Kolaka, produksi perikanan pada tahun 2021 baik dari sektor
penangkapan ikan dan budidaya sebesar .... ton.
Hasil perikanan ini hampir seluruhnya dijual dalam keadaan basah. Hanya sebagian kecil saja yang dijual dalam
bentuk olahan, baik dalam bentuk kering/diasinkan maupun diasap. Sehingga dengan demikian tentunya banyak
bagian ikan yang mungkin terbuang pada saat diolah, misalnya tulang dan kulit
ikan.
Tulang
ikan dapat dimanfaatkan sebagai bahan fortifikasi pangan, khususnya kandungan
Kalsium (Ca) yang terkandung di dalamnya.
Fortifikasi pangan adalah menambahkan atau meningkatkan zat gizi
tertentu ke dalam bahan pangan untuk meningkatkan kualitas pangan. Kandungan Kalsium (Ca) dapat diekstraksi
dengan menggunakan teknik hidrolisis asam maupun basa.
Pemanfatan
lainnya dari tulang dan kulit ikan yaitu sebagai bahan pembuat Gelatin. Gelatin adalah produk alami yang diperoleh
dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin
merupakan produk protein yang berasal dari kolagen yang banyak ditemukan pada
kulit, tulang dan beberapa bagian tubuh lainnya. Kolagen tidak larut dalam air maupun larutan
garam tetapi larut dalam larutan alkali.
Jika kolagen ikan dipanaskan maka strukturnya akan berubah, terjadi
peptida-peptida dengan berat molekul yang lebih rendah yang disebut dengan
gelatin (Hadiwiyoto S, 1993). Gelatin
banyak digunakan sebagai bahan pembuat gel pada berbagai produk pangan dan
medis. Bahan pembuat gelatin yang
beredar di pasaran sebagian besar berasal dari babi. Tentunya ini menjadi masalah bagi masyarakat
khususnya di Indonesia yang mayoritas masyarakatnya beragama islam karena babi
merupakan salah makanan yang diharamkan termasuk bagian-bagian lainya. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan akan
gelatin yang berbahan baku halal maka dibuatlah gelatin dari tulang ikan.
Gambar
1. Contoh gelatin komersial
Tujuan dari penyusunan tulisan ini adalah sebagai bahan informasi akan proses pembuatan gelatin dengan bahan dari tulang ikan, kandungan gelatin, tipe-tipe gelatin, serta fungsi penggunaan gelatin pada industri baik itu industri makanan maupun kebutuhan obat-obatan.
PROSES
PEMBUATAN GELATIN
Secara
umum proses pembuatan gelatin dari tulang ikan adalah sebagai berikut :
1. Tulang
ikan dibersihkan dengan air mengalir untuk membersihkan sisa-sisa daging serta
darah yang masih melekat pada tulang ikan.
2. Tulang
ikan kemudian direbus dengan menggunakan suhu 800C selama 30 menit.
3. Setelah
perebusan selesai, tulang ikan dikeringkan dengan menggunakan oven atau dijemur
di bawah sinar matahari.
4. Tulang
ikan yang telah dikeringkan kemudian dipotong-potong dengan ukuran 2-3 cm untuk
memudahkan pada saat ekstraksi.
5. Selanjutnya
tulang ikan yang telah dipotong-potong kemudian direndam dalam larutan HCl
dengan konsentrasi 1% dengan perbandingan 1:4 selama 36 jam. Penggunaan konsentrasi HCl 1% digunakan
berdasarkan hasil penelitian Febri Triana Singkuku, dkk (2017), dengan
konsentrasi HCl yang digunakan sebanyak 1% kolagen dari tulang ikan cakalang
tidak terhidrolisis dengan baik sehingga protein (kolagen) yang terkandung di
dalamnya tidak terbuang banyak pada saat proses pencucian.
6. Setelah
proses perendaman dalam larutan HCl 1%, tulang ikan dicuci dengan air mengalir
hingga pH nya netral lalu dilanjutkan dengan pencucian menggunakan akuades.
7. Kemudian
dilakukan proses ekstraksi dengan perbandingan tulang : akuades (1 : 3)
menggunakan water bath pada suhu ±850C selama 6 jam.
8. Setelah
proses ekstraksi dilakukan, gelatin cair yang didapatkan kemudian dilakukan
penyaringan menggunakan kain saring.
9. Hasil
saringan kemudian dilakukan pengeringan dengan menggunakan oven pada suhu 500C
selama ± 8 jam sehingga diperoleh gelatin padat. Hasilnya nanti akan dianalisa rendemen, kadar
air, kadar protein dan kadar lemaknya.
TIPE GELATIN
Gelatin
komersial berdasarkan proses pembuatannya, terdapat 2 jenis tipe gelatin yaitu
tipe A dan tipe B. Gelatin yang dibuat
bervariasi, yaitu bubuk atau lembaran (Dewi Hastuti dkk., 2007). Gelatin tipe A adalah gelatin yang proses
pelunakan bahannya dengan menggunakan larutan asam (acid), misalnya laruran
HCl. Sedangkan gelatin tipe B adalah
gelatin yang proses pelunakan bahannya dengan menggunakan larutan basa,
misalnya larutan NaOH. Bahan pembuatan
gelatin bisa berupa kulit maupun tulang hewan.
Gelatin tulang ikan termasuk tipe A karena proses pelunakannya dengan
menggunakan larutan asam.
Gelatin
mengandung protein yang sangat tinggi dan rendah kadar lemaknya. Gelatin kering dengan kadar air 8 – 12 %
mengandung protein sekitar 84 – 86 %, lemak hampir tidak ada dan mineral 2 – 4 %. Dari 10 jenis asam amino essensial yang
dibutuhkan tubuh, gelatin mengandung 9 jenis asam amino essensial (Dewi hastuti
dkk., 2007). Asam amino essensial
merupakan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh akan tetapi tubuh tidak dapat
mensintesanya sendiri.
Gelatin
sebagai salah satu sumber protein memiliki banyak manfaat bagi tubuh maupun
dalam industri. Beberapa manfaat gelatin
bagi tubuh antara lain dapat meningkatkan kesehatan sendi dan tulang utamanya
bagi yang menderita radang sendi, dapat memperbaiki kelembaban kulit,
meningkatkan kesehatan rambut, meningkatkan fungsi otak dan kesehatan mental
dimana gelatin kaya akan glisin yang dikaitkan dengan fungsi otak, gelatin pada
dasarnya makanan yang bebas lemak dan karbohidrat sehingga dapat membantu
menurunkan berat badan.
Dalam indsutri pangan gelatin digunakan dalam pembuatan permen, jeli, dan es krim. Pada indsutri farmasi gelatin merupakan alternatif terbaik sebagai bahan baku pembuatan kapsul. Sementara dalam bidang fotografi, gelatin digunakan untuk memperpanjang daya simpan dalam menyimpan foto. Berfungsi sebagai fotoresist yang dapat menghindari (coating) dari adanya cahaya yang sensistif.
Daftar pustaka :
- Hadiwiyoto, S. 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan. Penerbit Liberty.
- Hastuti, D. & Sumpe, I. 2007. Pengenalan dan Proses Pembuatan Gelatin : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian. Vol. 3. No. 1 : 39-48.
- Singkuku, F.T., Onibala, H. & Agustin, A.T. 2017. Ekstraksi Kolagen Tulang Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Menjadi Gelatin dengan Asam Klorida. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. Vol. 5. No.3. : 69-72.
Komentar
Posting Komentar